Sejarah Kebon Agung
Obyek wisata utama yang ditawarkan di Kebon Agung ialah Bendung Tegal, yang merupakan bendungan yang membentang di aliran sungai Opak. Bendung Tegal diresmikan oleh Pemerintah pada tahun 1997. Namun, potensi wisata bandung tegal sendiri baru mulai dikembangkan sebagaiobyek wisata baru dimulai sejak tahun 2000. Sedangkan, desa ide desa wisata kebon Agung, digulirkan pada tahun 2003.
Sejak tahun 2003 tersebut dimulailah upaya-upaya untuk merintis keberadaan desa wisata Kebon Agung, melalui penyediaan berbagai fasilitas pendukung Desa wisata Kebon Agung, dengan tetap mempertahankan Bendung Tegal sebagai obyek wisata utama. Berdirinya Desa Wisata ini didorong oleh:
1. Tidak tersedianya lapangan pekerjaan yang mencukupi
2. Bendung Tegal yang dibangun diwilayah Desa Kebonagung
3. Keinginan menambah pendapatan

Desa Wisata Kebon Agung dibangun dengan berwawasan pendidikan dan pertanian. Adapun pertimbangan yang mendasari berdirinya desa wisata :
I. Adanya lahan pertanian yang cukup
II. Pertanian tradisional yang masih terjaga dengan baik
III. Kurangnya pemahaman proses bertani kepada generasi muda, terutama dari perkotaan.
Pada tahun 2006, kegiatan Desa wisata kebon Agung dihentikan karena terkena gempa yang melanda wilayah Bantul, Yogyakarta. Hampir sebagian rumah penduduk ( berarsitektur rumah adat jawa ) hancur dan musnah. Namun, saat ini telah dibangun sarana rumah tahan gempa dan homestay yang dapat mendukung wisata Desa Kebon Agung.